olimpiade

Al Firdaus Mathematics and Science Olympiad 2016 Kategori Inklusi Jadi Pembeda

Olimpiade matematika dan sains telah banyak menjamur di berbagai instansi pendidikan dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah. Bagaimana dengan olimpiade matematika sains yang melibatkan anak-anak berkebutuhan khusus dalam program tersebut?

Hal tersebut menginspirasi SD Al Firdaus untuk menggelar Al Firdaus Mathematics and Science Olympiad (AMSO) 2016 yang menggelar kategori inklusi bagi anak-anak berkebutuhan khusus sebagai anggotanya. Sebanyak 15 ABK dari SD se-eks karesidenan Surakarta menjadi peserta AMSO 2016 bersama anak-anak didik lainnya. Dengan jumlah total peserta 657 anak didik dari sekolah se-eks Karesidenan Surakarta, AMSO 2016 sukses digelar bertempat di Sekolah Menengah (SM) Al Firdaus pada Sabtu, 5 November 2016.

Kepala SD Al Firdaus, Darmawan Budianto, mengatakan AMSO merupakan kegiatan rutin yang digelar oleh SD Al Firdaus untuk mengakomodasi minat dan bakat anak didik dalam bidang maple tersebut. “Beberapa tahun sebelumnya, AMSO digelar rutin sebagai lomba internal di kalangan siswa SD Al Firdaus. Tahun ini, kami mengundang anak-anak dari sekolah lain dan Alhamdulillah antusiasme peserta dari luar Al Firdaus sangat luar biasa hingga 657 anak,” kata Darmawan.

Ia menjelaskan kategori inklusi menjadi pembeda AMSO dari ajang olimpiade matematika dan sains pada umumnya. “Biasanya, olimpiade bagi anak-anak berkebutuhan khusus dibuat ajang sendiri dan tidak menggabungkan mereka dengan siswa lainnya. Kami ingin mereka berbaur dengan konsep inklusif seperti konsep pendidikan di Al Firdaus,” jelas Darmawan.

Al Firdaus yang dinobatkan menjadi sekolah percontohan pendidikan inklusif di tingkat nasional oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pun merasa wajib untuk menghadirkan kategori inklusif di AMSO 2016 sebagai salah satu program kerja tahun ini.

Berdasarkan pantauan dalam kegiatan AMSO 2016, anak-anak didik dari berbagai sekolah dasar mengikuti kegiatan AMSO dengan tertib. Para peserta diberikan waktu 90 menit untuk mengerjakan 50 soal olimpiade. Para peserta dibagi menjadi tiga level olimpiade yaitu level 1 bagi siswa kelas 1 dan 2, level 2 bagi siswa kelas 3 dan 4, serta level 3 bagi siswa kelas 5 dan 6 bagi masing-masing maple matematika dan sains. Khusus bagi kategori inklusif, siswa mengikuti satu level dengan mata pelajaran MIPA.

Salah satu peserta AMSO 2016, Muh. Arham Zaydan, mengatakan dirinya senang dapat mengikuti olimpiade matematika yang baru pertama diikutinya. Meskipun belum juara, ia mengatakan dirinya ingin mengikuti berbagai lomba yang sama di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *