SD-AF-Doa-utk-Palestina

SD Al Firdaus Gelar Aksi Solidaritas Palestina

Kalimat tersebut ditulis oleh Yasmin Nur Izzati, siswa kelas 6 SD Al Firdaus di bentangan kain dukungan kemanusiaan dalam Aksi Solidaritas Palestina di sekolah tersebut. Aksi yang dilaksanakan pada Selasa,15 Juli 2014 pagi tersebut dilaksanakan dengan berbagai rangkaian dukungan moral dan material dari siswa-siswi SD Al Firdaus bersama para guru karyawan di awal tahun pelajaran yang bersamaan dengan kegiatan Ramadhan sekolah.

Para siswa siswi dengan mengenakan pakaian serba hitam mengawali kegiatan dengan doa bersama untuk keselamatan warga Palestina, khususnya Gaza yang sedang dilanda tragedi kemanusiaan berupa agresi atau serangan darat oleh Israel. Setelah mengikuti doa bersama, para siswa membuat poster dan spanduk dukungan kepada anak-anak dan kaum muslim yang menjadi korban dari serangan Israel yang telah menjadi perhatian dan keprihatinan dari umat muslim di seluruh dunia tersebut. Tidak hanya memberikan dukungan moral dan spiritual, para siswa memberikan sumbangan berupa dana infaq dan shodaqoh yang disalurkan melalui yayasan Mer-C Internasional yang mewujudkan bantuan dalam bentuk makanan dan obat-obatan kepada warga Gaza Palestina.

Dalam orasinya di hadapan ratusan siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 SD Al Firdaus, salah satu guru Sunaryo Putro, mengatakan penjajahan yang dilakukan Israel pada Palestina tidak hanya berkaitan dengan agama, namun lebih pada tragedi kemanusiaan yang merugikan ribuan warga Palestina. “Dalam UUD 1945 pun telah termaktub bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Jelaslah bahwa tragedi ini tidak bisa dibenarkan dari sisi manapun dan kita harus melaknat aksi Israel ini,” kata Sunaryo.

Sunaryo menambahkan pelaksanakan kegiatan aksi solidaritas Palestina ini masuk dalam kegiatan Ramadhan SD Al Firdaus agar menjadi pembelajaran tentang isu-isu dunia saat ini. “Tragedi ini menjadi pembelajaran anak tentang pemahaman akan empati dan kepedulian anak-anak pada warga Palestina. Terlebih, anak-anak dan para ibu yang tidak berdosa menjadi korban dalam kejadian ini,” kata dia. Dengan demikian, kata Sunaryo, ketika anak-anak dewasa kelak, mereka akan menjadi pribadi yang dewasa, empati, tidak arogan, dan saling menghargai dengan orang lain.

Tidak hanya dilakukan oleh guru, orasi dukungan kepada Palestina juga disampaikan oleh salah satu siswa kelas 3, Haniah Dwi Utami. Dalam orasinya, Haniah menyampaikan kedukaannya pada anak-anak yang menjadi korban dalam aksi Israel tersebut. “Teman-teman kita kehilangan orang tua mereka, kehilangan saudara. Mereka kehilangan tempat tinggal dan tidak bisa beribadah seperti kita dengan tenang di bulan Ramadhan. Hidup Palestina!” teriak Haniah dari atas panggung.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *